1. Monumen Gong Perdamaian, Maluku
Monumen Gong Perdamaian di Ambon, Maluku, didirikan sebagai simbol perdamaian dan persatuan setelah konflik sosial pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Ini adalah bagian dari kampanye global "Gong Perdamaian Dunia," yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan harmoni antar bangsa.
- Latar Belakang Konflik: Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Maluku mengalami konflik antar kelompok yang disebabkan oleh ketegangan etnis dan agama, mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa.
- Inisiatif Perdamaian : Berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, berupaya meredakan ketegangan dan mendorong rekonsiliasi, yang menghasilkan Monumen Gong Perdamaian.
- Pendirian Monumen : Diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 November 2009, monumen ini menegaskan komitmen terhadap perdamaian dan persatuan di Maluku dan Indonesia.
- Desain dan Simbolisme : Gong ini dihiasi dengan lambang perdamaian dari berbagai budaya dan agama di seluruh dunia, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
- Pusat Edukasi dan Wisata : Monumen ini juga menjadi tempat pembelajaran tentang pentingnya perdamaian dan toleransi bagi pengunjung dan wisatawan.
2. Masjid Istiqamah
Masjid Istiqamah, yang terletak di Plaza Istiqamah, Jl. Taman Citarum, Bandung, Jawa Barat, berperan penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Dibangun pada 3 Oktober 1967 dan selesai tahap pertama pada 2 September 1969, masjid ini dirancang oleh Ir. Achmad Noe’man dan Ir. Gustaf Abbas, lulusan ITB. Mereka menggunakan desain atap persegi yang melambangkan huruf Ba (ب) sebagai simbol Islam, sedangkan menara dirancang menyerupai huruf Alif (ا) dengan ujung menara seperti tangan yang menengadah berdoa.
3. Monumen Tentara Pelajar
Monumen Tentara Pelajar di Magelang, yang terletak di perempatan jalan MT Haryono, dibangun untuk menghormati peran pelajar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada akhir 1940-an. Arsiteknya, Suhardi Tjakra, adalah sosok penting dalam merancang monumen bersejarah di Indonesia. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda mencoba kembali menjajah Indonesia, memicu perang kemerdekaan. Banyak pelajar dan mahasiswa yang bergabung dalam perjuangan bersenjata melawan Belanda, khususnya di Magelang. Tentara Pelajar, terdiri dari pelajar muda yang penuh semangat dan keberanian, berperan penting dalam berbagai pertempuran di Magelang dan sekitarnya. Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)